The Named I Love *Songfict part Onew* [1/2]

Title: The Name I Loved *Songfict part Onew* [1/2]

Author: Annisa Minoz Shinee

Genre: Sad,Romance,and Songfict

Cast: Lee Jinki ‘Onew’,Han Hyesoo *anggap yeojanya kalian

Cameo: Seo Joohyun SNSD

Length: 2 (twoshoots)

Annyeonghaseyo readers….

Kali ini saya kembali dengan songfict kedua saya…. Sebelumnya ‘GEE’ dengan cast-nya abang Menong a.k.a Choi Minho. Kekekekekekeke

hmm,butuh perjuangan banyak membuat FF ini. *Jujur

ini FF request-nya ‘Jenni Shafira’.

FF ini sengaja saya buat 2shoots,karena panjaaang sekali. Saya takut readers bosen pas ditengah jalan dan males baca gara-gara gak bermutu gini. Hehehehehehe =,=

Semoga kalian semua puas yah,dan ingat! RCL! Kalau tidak aku sumpahin gak ketemu biasednya dan gak akan pernah ke KOREA SELATAN!

Gimana? Jahat? Mau yang lebih jahat lagi? Nanti saya buat… HAHAHAHAHAHA

enjoy & rcl🙂

‘[Onew] Soni siryeowa

sarangui gieogi chagapge dagawa

Aryeoonda ijeneun deo isang

neoreul bujeonghago sipji anheun nareul algo itjiman

Gakkai inneun neol

saranghal su eomneungeol algo itgie

Nal barabol su eomneun neol gidarimi neomu himdeureo

Ijen gyeondil su eobseo irwojil su eopgie

My hands are chilled Dimly, the cold memories of love gather.

I know that I no longer want to impose my feelings on you.

Because I realize that I cannot love you even though you are so close to me,

It’s too hard for me to be wait for someone that cannot be mine.

I can’t endure any longer because it will never happen

-Author POV-

‘Oppa… kenapa kau begitu dingin! Tak pernahkah kau bisa menghargai perasaanku ini? Aku benar-benar tulus mencintaimu!’

ucap seorang yeoja yang bernama Seohyun itu terhadap seorang namja disampingnya yang bernama Onew atau panjangnya Lee Jinki.

‘Mianhae,tapi… aku memang tidak bisa mencintaimu Seohyun. Kau memang sangat dekat denganku. Tapi… aku hanya menganggapmu sebagai dongsaengku,tidak lebih. Kau tahu kan? Cintaku hanya untuk….’

Belum sempat jinki menyelesaikan kalimatnya,Seohyun segera menjawabnya tanpa henti.

‘Ya!! Lee jinki! Aku tahu itu! percuma saja aku selama ini bersabar kepadamu! Kau tahu? Selama ini aku berusaha berbaik kepadamu agar bisa membuatmu nyaman! Agar kau bisa…. Hiks…’

Air mata mengalir deras di pipi seohyun yang mulus itu. Jinki terpaku diam. Ia merangkul seohyun yang sedang kesal dan sakit hati pada dirinya.

‘seohyun ah~ jangan begitu… kau kan bisa tetap menjadi dongsaeng kesayanganku… nde?’

Namun,seohyun malah menyingkirkan kedua tangan onew dari bahunya dan menamparnya

‘PLAKK!’

‘ya! Hentikanlah LEE JINKI! Aku hanya ingin kau sadar! Setiap manusia satu dan lainnya berbeda! Tak ada yang sama! Aku tahu kau pasti menginginkan orang yang sama seperti Hyena kan? Tapi percuma Jinki! Kau tidak akan pernah bisa menemukan yang sama! Dan ingatlah! Seseorang yang sudah mati tidak akan pernah kembali lagi ke bumi ini!’

Ucap seohyun pedas dan berlalu meninggalkan Onew yang diam terpaku mendengar cercaan pedas dari Seohyun barusan. Pandangannya kosong… ia akhirnya berjalan pelan menuju kesebuah tempat. Yaitu sebuah pemakaman umum? Apa yang ia lakukan? Onew lalu berjalan kesalah satu makam,dari beratus makam yang ada disana. Ia duduk di samping sebuah batu nisan yang betuliskan:

‘Rest In Peace SHIN HYE NA (신혜나) Born: Incheon, 03rd  June 1990 and RIP: Seoul,14th December 2008’

sambil memejamkan matanya,memikirkan sesuatu. Tanpa ia sadari air matanya jatuh begitu saja. Bagaimana bisa? seorang Lee Jinki yang terkenal pendiam dan dingin dapat meneteskan air mata?

-Onew POV-

Pikiranku masih tertuju pada kejadian tadi siang. Namun,bukanlah Seohyun yang aku pikirkan. Tapi perkataannya yang begitu menusuk dihatiku. Aku tidak tersinggung atau apapun,hanya saja perkataanya tadi benar-benar membuatku teringat akan nama seseorang…

Nama Orang yang sangat aku cintai… air mata mengalir begitu saja dipipiku. Apa kata mereka? Seorang Lee Jinki menangis oleh seseorang? Andai mereka jadi aku!

‘SHIN HYENA KEMBALILAH PADAKU! JEBAAAL!’ teriakku ditempat itu. namun percuma… ia takkan pernah datang lagi padaku. Seperti kata Seohyun…

‘Seseorang yang sudah mati tidak akan pernah kembali lagi ke bumi ini!’

Aku menangis sejadi-jadinya… seperti seorang pecundang! Ya,tapi aku memang lelaki pecundang! Namja seperti apa aku ini? Yang tidak bisa menjaga cinta abadiku hingga ia sudah menemui sendiri ajalnya yang mungkin akibat diriku ini! Kenapa? Hari itu harus terjadi? Hari yang sangat penting bagi hidupku,juga menjadi hari paling menyakitkan bagi hidupku.

*FLASHBACK*

Seoul,14th December…

Seorang yeoja cantik dengan rambut pendeknya berjalan-jalan disekitar taman. Ia menunggu seseorang yang tentu saja namjachingu nya. Sudah hampir 2 jam,ia menunggu ditempat itu. namun,orang yang ia nanti tak kunjung datang. Sambil menggenggam sebuah bingkisan cantik berwarna Hijau,yeoja itu lama-lama menjadi gelisah. Tak henti-hentinya setiap menit ia menoleh kearah jam tangan berwarna pink di lengan kirinya.

Karena mulai gerah,ia lalu mengambil ponselnya dari sebuah tas selempang kecil dari namjachingunya yang selalu dibawanya itu kemana saja.

Dengan perlahan,jari-jari lentiknya menekan tombol-tombol angka yang ada di screen ponselnya itu. setelah cukup,ia akhirnya menekan tombol ‘call’.

terdengar alunan lagu nada sambung pada nomor yang ia tuju itu. yeoja itu bahkan ikut bergumam mengaluni lagu itu.

‘yeoboseyo?’

‘oppa! Jadi tidak kesini? Aku sudah lama menunggumu,hampir 2 jam!’ ucap yeoja itu ngambek

‘mwo? Ah~ Chagiya… Mianhaeyo… aku lupa! Aku tidak bisa,hari ini aku harus mengerjakan sesuatu yang penting untuk bahan tugas nanti.’

‘mwo? Kenapa tidak bilang daritadi? Aku lelah menunggumu…’

‘mianhaeyo… aku lupa! Jeongmal mianhaeyo Shin Hyena Chagiya~’

‘hmm,ne gwaenchana… sama siapa?’

‘sama Seohyun,sudah dulu yah chagi,nanti aku telpon lagi,kami sedang di toko peralatannya sekarang ne? sarang hamnida’ namja itu lalu menutup sambungan telponnya.

Yeoja itu menutup flip ponselnya dengan kesal. Entah apa yang membuatnya begitu kesal hingga melemparkan bingkisan yang sudah dibungkusnya rapi tadi. Namun,ia mengambil kembali bingkisan itu dan dibawanya.

‘Ah! Selalu SEOHYUN! Sebenarnya yang yeojachingu nya ini aku atau Seohyun sih?! Dasar! LEE JINKI! Namja menyebalkan kau! Aissh’ pekik Hyena kesal.

Ia lalu berlalu pergi dari tempat itu. dengan langkah kesal dan sedih hyena terus melangkah kearah jalanan raya yang ramai kendaraan dan orang-orang. Ia berjalan sambil menunduk,menyembunyikan matanya yang mulai bengkak karena dibasahi oleh air mata. Hyena terus berjalan tanpa memperhatikan kiri dan kanannya hingga…

‘Agasshi! AWAS!!!!’ (agasshi: kalau tidak salah artinya NONA)

‘AAH~!!!’

‘Cittt…’ bunyi decitan mobil dan teriakkan orang-orang.

Hyena tertabrak sebuah mobil sedan hitam metalik. Tabrakannya cukup kuat… tubuhnya dengan sempurna terpelanting ke tengah jalan raya. Seluruh orang menghampirinya berusaha membantu. Kini,wajahnya yang cantik itu berlumuran darah dan memar. Seluruh bajunya berlumuran darah berwarna merah darah kental yang sangat segar. Bahkan salju yang bertebaran dijalanan pun ikut merah karena menyerap darah hyena yang tak henti-hentinya keluar.

‘agasshi? Gwaenchana?’ Tanya para masyrakat yang menghampirinya

‘panggilkan ambulan! PPALI!’ teriak orang-orang lainnya

Seorang ajhussi mengambil ponsel hyena di saku bajunya dan membuka flip ponselnya

‘agasshi… siapa kerabatmu yang bisa kami hubungi?’ Tanya ahjussi itu panik

‘tto..tolong… be…be…rika..aan.. i..ni.. pa…da… Onew.. o..oppa…’ ucap hyena terbata-bata sambil memberikan bingkisan hijaunya tadi pada ahjussi itu. ahjussi itu mengangguk dan mengambil bingkisan itu.

‘baiklah aghassi bertahanlah,akan kutelpon Onew oppamu,ada nomernya disini’ ucap ahjussi itu sambil menekan tombol ‘call’.

‘ go..ma..wo… ah..ju..ssi…’ ucap hyena tersenyum,matanya lalu terpejam mengeluarkan air mata dan tangannya terjatuh dari telapak tangan ahjussi itu.

Seluruh orang terdiam menyaksikan kejadian itu. ahjussi itu hanya terpaku. ponsel hyena yang dipegangnya terjatuh begitu saja.

‘yeoboseyo?’ ucap Onew dari seberang sana. Namun tidak ada jawaban.

‘ya~ Hyena chagiya… jangan mempermainkan aku… ayolah,jangan ngambek lagi… aku janji malam ini akan main kerumahmu.’ Namun masih tidak ada jawaban,hanya terdengar suara keramaian

‘apa hyena tidak sengaja memencet tombol call nya ya?’ pikir Onew.

‘yasudahlah..’ Baru saja Onew ingin memutus sambungannya tiba-tiba ia mendengar sebuah teriakkan

‘AGASSHI…. BERTAHANLAH!’

‘tut..tut..tut…’ sambungannya terputus begitu saja.

Onew hanya ternganga bingung…. Ada apa ini?

Ia mencoba menelpon kembali nomor yeojachingunya itu namun

‘Maaf,nomor yang anda tuju,tidak dapat dihubungi. Cobalah beberapa saat lagi.’

Mungkin Onew sudah hampir 10 kali menelepon ulang,namun masih sama saja. Ia duduk terdiam. Berbagai perasaan tidak enak menghampirinya.

‘aigo.. tenannglah Jinki! Mungkin hanya perasaanmu saja…’

Tiba-tiba seohyun menghampirinya,dan menepuk pundaknya yang membuat Onew kaget

‘Ya! Lee Jinki! Apa yang kau pikirkan? Tidak baik melamun…’

‘ah.. ne,mian… hehehehe hanya saja sedang bingung.’

‘bingung? Wae?’

‘ani… bagaimana? Sudah?’

‘ne,ini semua bahannya sudah aku beli. Kajja!’

‘kajja’

Onew dan seohyun lalu masuk kedalam mobil onew. Mereka berjalan menuju pulang. Hanya sunyi yang menghampiri mereka. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Entah kenapa tangan onew keringat dingin sambil memegang kemudinya.

‘Jinki,gwaenchana?’ Tanya seohyun yang menyadari hal itu

‘ah.. ne,gwaenchanayo…’

Tiba-tiba saat dipertengahan lampu merah,mereka terjebak kemacetan. Macet yang sangat luar biasa. Banyak sekali mobil,motor berhenti disana.

‘ya.. ada apa ini?’

‘sepertinya kecelakaan’ jawab seohyun

‘mwo? Jinjja?’

‘ne.. igoo..’ ucap seohyun sambil menunjuk kearah mobil ambulan yang memang berada di depan situ.

Berangsur-angsur kemacetan mulai kembali normal. Mobil Onew mulai kembali berjalan. Namun kembali berhenti karena kemacetan akibat kedatangan mobil tim medis. Mobil onew tepat sekali berhenti didekat kecelakaan yang terjadi. Ia melihat banyak sekali darah segar bersebaran diserap oleh salju.

‘ya jinki! Ternyata seorang yeoja!’

‘mwo? Jinjja? Yeoja?’

‘ne… lihatlah! Omona~ kasihan sekali… wajah dan tubuhnya berlumuran darah.’

Onew terus memasati yeoja itu… hingga akhirnya feelin’nya mengatakan harus turun. ia segera keluar dari mobilnya

‘Jamkkanman!’ teriaknya pada petugas medis yang membawa mayat yeoja yang tak berdaya itu

‘ne?’

‘boleh aku lihat? Aku rasa aku mengenalnya’

‘ne,silahkan..’

Perlahan onew membuka kain putih yang ikut rembas berwarna merah karena darah yang begitu banyak. dan betapa terkejutnya Onew! Melihat seorang yeoja yang sangat dicintainya… yang selalu disayanginya yang bernama ‘SHIN HYENA’ kini tergeletak tak berdaya dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Seluruh wajah cantiknya kini berubah menjadi memar dan berlumuran darah. Tubuhnya lecet-lecet dan biru-biru akibat terpelanting dalam jarak yang cukup jauh.

‘** Naega saranghaetdeon geu ireum

Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon

[Onew]  Geu ireum ijen jeogeonoko na ulmeogyeo

Nae ane sumgo sipeojyeo

Neol saranghal subakke eobseotdeon

Geu nareul ijen arajwoyo

[Kim Yun Woo]

Irul su eomneun sarangdo saranginikka

The name that I once loved

travels further away as I call it,

I write down that name, holding back tears,

I want to hide it within myself.

Please understand the days

when I had no choice but to love you

A love that was never realized, is still love’

Onew diam… pandangannya kosong. Air mata terjatuh dipipinya. Ia ingin berteriak namun percuma. Tangannya terus menggenggam tangan hyena yang putih memucat akibat darah yang telah habis keluar dari tubuhnya.

seohyun yang bingung segera turun menyusul Onew.

‘Ya Jinki apa yang?……’ kata-katanya terputus

‘Hyena ssi?’

Seohyun ikut terduduk lemas disamping Onew. Ia meratapi mayat yeojachingu sahabatnya itu.

‘YA SHIN HYENA! BANGUNLAAAAH!!!!!’ teriak Onew ditengah hujan deras yang tiba-tiba turun sambil memeluk mayat yeojachingunya itu.

*End of Flashback*

‘annyeonghaseyo…’ sapa seorang yeoja manis yang memecahkan lamunan Onew

‘ah.. annyeong…’ balas Onew

‘boleh aku ikut berdoa?’

‘ne,geurae…’ jawab Onew

Yeoja berambut panjang itu tersenyum dan duduk disamping Onew. Ia lalu menaruh sebuah bucket bunga mawar merah diatas batu Nisan Hyena. Onew hanya menatapi yeoja itu dengan satu pertanyaan yaitu ‘nugu?’ (nugu: siapa?)

yeoja itu lalu menggenggam tangannya dan sudah pasti yang dilakukannya adalah berdoa. Setelah 5 menit lebih akhirnya yeoja itu menutup doanya.

‘semoga Tuhan menerima segala kebaikannya…. Ammin’

‘ammin…’ balas Onew

‘kau siapa?’

‘aku? Lee Jinki imnida,atau panggil saja Onew… kau?’

‘aku? Han Hyesoo Imnida… bangapseumnida Onew ssi…’

‘ne,bangapseumnida…’

‘ooh ya,kau chingu nya Hyena yah?’

‘ah? Ne… hehe,bagaimana dengan kau? Apa kau chingu nya juga?’

Hyesoo tersenyum lirih… ia menatap batu nisan Hyena sambil memegangnya…

‘aku bukan chingunya Hyena… bahkan aku belum pernah bertemu dengannya sekalipun.’

Onew  hanya terperanga mendengarnya…

ia sempat berpikir… yeoja ini aneh? Kalau tidak kenal mau apa dia berkunjung ke makam Hyena?

‘NG… jadi,kalau begitu kenapa kau datang kesini?’ Tanya Onew lagi

Hyesoo menghela nafas,ia lalu tersenyum dan menatao ke langit yang mulai sore. Onew pun yang melihat Hyesoo begitu,juga ikut melakukan hal yang sama.

‘kau mau tahu? Kenapa aku selalu kesini?’ Tanya Hyesoo

‘hmm,Ne… wae?’

‘geurae….’

-Hyesoo POV-

Hari sudah menunjukan mulai akan sore. Seperti biasa,setiap hari aku selalu melangkahkan kaki-kaki mungilku ke suatu tempat. Namun,bukan rumahlah yang aku tuju.

tempat yang tidak biasa… yaitu ‘Pemakaman Umum’.

hah? Pasti kalian bertanya-tanya? Mengapa aku harus pergi ke Pemakaman setiap hari? Apa ada sesuatu yang penting disana?

Ya! Memang ada sesuatu yang penting disana! Bahkan menyangkut dengan nyawaku yang masih hidup ini. Memang tidak ada yang memaksakanku untuk melakukan kegiatan rutin ini. Namun,aku hanya menuruti hatiku. Aku juga manusia,harus menghargai suatu ‘kebaikan’ yang bahkan tidak dapat aku ganti dengan apapun sampai dihari kiamat nanti.

Pada saat aku berjalan ke makam yang aku tuju. Kulihat seorang namja sedang duduk termenung. Dapat kulihat raut wajahnya begitu sedih… awalnya aku agak segan menghampirinya. Namun,mau bagaimana lagi? Aku kan memang sudah rutin melakukan ziarah ku ini. Aku lalu menyapanya sesopan mungkin. Ia agak kaget,namun aku bertanya apa aku bisa ikut berdoa disampingnya? Ia mengizinkanku.

Entah kenapa? Jantungku berdebar-debar saat pertama kali melihatnya. Aku hampir salah tingkah. Namun untunglah aku bisa bersifat innocent seperti biasanya *orang aslinya a.k.a Jenni enggak tuh =.=* setelah kami berdoa bersama,aku memberanikan diri untuk bertanya tentang namanya. Ternyata namanya Lee Jinki. Atau dipanggil Onew.

Onew? Pada saat pertama kali mendengarnya aku begitu tertarik untuk memanggilnya itu. jadi aku memanggilnya Onew,bukan Jinki.

Aku kembali bertanya,soalnya baru kali ini aku lihat ia mengunjungi makam Hyena. Lantas aku bertanya siapakah dia? Ooh ternyata ia teman baiknya Hyena. Whoaaa beruntung sekali Hyena memiliki chingu yang tampan dan sebaik Onew. Tiba-tiba ia bertanya balik padaku? Siapa aku? Chingunya hyena? Pertanyaan Normalnya itu membuatku tertunduk lesu. Sambil memegang nisan bertuliskan ‘SHIN HYENA 신혜나’ itu aku lalu menatap kearah langit,mengambil nafas dan….

TBC

hehehe,eotteohke? penasaran? i guess not

heheehehehehe

mianhae yah kalo FF nya jelek atau apa…

sekali lagi harap RCL karena sangat penting,apalagi buat kalian yang kena tag.

ne?

gomawo…

sekali lagi!

FF ini saya buat hasil karya saya sendiri! NO PLAGIATS!and NO BASHING!

Thanks readers…

#CHU~~ ^,~

*readers kabur

One response to “The Named I Love *Songfict part Onew* [1/2]

  1. Pingback: The Name I Loved *Songfict part Onew* [2/2] « i♥kr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s